Saya bangga menjadi alumni SMALA P2-85. Saya bangga pernah sekolah di SMA terbaik negeri ini. Saya bangga tumbuh di lingkungan terbaik dalam hidup ini. Saya bangga mempunyai teman-teman terbaik yang setia, dalam suka maupun duka . . . . .

Best Surabaya Property Bulletin

Best Surabaya Property Bulletin


Kemenpera Targetkan Bangun 196 Rumah Susun

Posted: 22 Jun 2012 04:32 AM PDT

rusun-kemenperaJAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) menargetkan pembangunan rumah susun sebanyak 196 tower rumah susun (rusun) pada 2012. Pembanguan rumah susun ini untuk memenuhi program 1.000 Tower yang dicanangkan pada 2005 lalu.

Deputi Bidang Perumahan Formal Kemenpera Pangihutan Marpaung mengatakan, rusun yang akan dibangun Kemenpera tersebut nantinya ditujukan untuk anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Tentara Nasional Indonesia (TNI), pekerja, PNS, mahasiswa serta pondok pesantren. Rusun itu dibangun menyebar di 182 lokasi di seluruh Indonesia.

“Kami targetkan bisa membangun 196 tower pada tahun anggaran 2012 ini,” ujarnya saat membuka kegiatan ‘Kick Off Meeting dan Pelatihan Pelaksana dan Pengawas Pembangunan Rusun Tahun Anggaran 2012′ di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (20/6/2012).

Pangihutan mengatakan, rusun ini nantinya memiliki variasi desain dengan jumlah lantai dari 2 lantai - 6 lantai. Sedangkan tipe huniannya adalah tipe 18, tipe 21 dan tipe 36.

Adapun rincian peruntukan rusun ini nantinya untuk anggota Polri dengan tipe 36 sebanyak 26 tower tersebar di 23 lokasi, rusun TNI tipe 36 sebanyak 60 tower di 50 lokasi, rusun untuk pekerja dan PNS tipe 21 sebanyak 15 tower di 14 lokasi, sedangkan rusun untuk mahasiswa bertipe 18 sebanyak 30 tower di 30 lokasi dan rusun untuk pesantren dengan tipe bervariasi sebanyak 65 tower tersebar di 65 lokasi, baik di Pulau Jawa maupun di luar Pulau Jawa.

“Sampai saat ini rusun yang sudah memasuki masa pelaksanaaan konstruksi adalah Rusun Polri di Cikole, Lembang, Bandung, sebanyak dua tower, sedangkan sisanya masih dalam tahap kontrak, tender ulang dan desain,” terangnya.

Best Surabaya Property Bulletin

Best Surabaya Property Bulletin


Harga Naik, Penjualan Rumah ‘Rontok’

Posted: 25 May 2012 06:48 AM PDT

Suhendra - detikfinance

tipe30-wiratha-indraprasta-villageJakarta - Bank Indonesia (BI) dalam surveinya mencatat terjadi penurunan penjualan rumah di awal tahun khususnya triwulan I-2012. Padahal penjualan rumah selama lima triwulan berturut-turut selalu mengalami kenaikan.

“Hasil survei menunjukan terjadi penurunan penjualan secara triwulan pada semua tipe rumah terutama rumah tipe kecil. Tidak terjualnya beberapa unit hunian di bawah tipe 36 terkait UU No 1 Tahun 2011 tentang perumahan dan pemukiman diduga berimbas pada penurunan penjualan rumah tipe kecil,” jelas survei BI tersebut seperti dikutip Minggu (20/5/2012).

Penjualan rumah yang paling terendah terjadi di Makassar khususnya jenis ruma tipe kecil. Sementara penjualan yang terbesar masih di Jabodetabek khususnya untuk penjualan rumah kecil.

“Sebagian besar responden menyatakan bahwa dibandingkan dengan triwulan sebelumnya permintaan dan penawaran properti residensial di 14 kota cenderung tetap. Sama halnya dengan triwulan I-2012, pada triwulan II-2012 responden memperkirakan kondisi permintaan dan penawaran rumah cenderung tetap untuk semua tipe rumah,” katanya.

BI juga mencatat kenaikan harga rumah secara triwulanan (qtoq), selama periode triwulan I-2012 untuk semua tipe rumah. Kenaikan harga rumah tertinggi terjadi pada rumah tipe besar 0,90% (qtoq). Wilayah Padang mengalami kenaikan harga paling tinggi sebesar 2,17%, rumah tipe besar di wilayah ini naik 3,09%.

“Peningkatan harga yang cukup tinggi juga terjadi di wilayah Palembang, dengan kenaikan harga tertinggi terjadi pada rumah tipe besar 3,31%.

Sementara itu untuk periode tahunan (yoy) harga rumah untuk semua tipe naik namun melambat dibandingkan periode sebelumnya. Kenaikan tertinggi terjadi pada tipe kecil 4,42%.

“Kenaikan harga paling tinggi terjadi di wilayah Medan 6,39%, terutama untuk tipe besar 7,72%. Kenaikan harga juga terjadi di wilayah Makassar 6,4%, lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya 6,04% dengan peningkatan paling tinggi terjadi pada rumah tipe menengah 9,12%,” jelas survei itu.

Survei harga properti residensial merupakan survei tiga bulanan yang dilaksanakan sejak triwulan I-1999 oleh BI. Dilakukan terhadap sampel kalangan pengembang properti di 12 kota yaitu Medan, Palembang, Bandar Lampung, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Banjarmasin, Manado, dan Makassar.

Wilayah Jabodetabek mulai disurvei pada triwulan I-2002, dan pada triwulan I-2004 ditambah kota Pontianak sehingga menjadi 14 kota. Total responden yang disurvei mencakup 45 pengembang utama di Jabodetabek dan Banten dan sekitar 215 pengembang di 13 kantor Bank Indonesia.

Istilah rumah kecil dalam survei ini merujuk pada rumah dengan tipe di bawah 36 m2, sedangkan rumah tipe menengah dalam rentang 36-70 m2 dan rumah tipe besar , dengan ukuran di atas 70 m2.

(hen/wep)

Sumber: http://finance.detik.com