Saya bangga menjadi alumni SMALA P2-85. Saya bangga pernah sekolah di SMA terbaik negeri ini. Saya bangga tumbuh di lingkungan terbaik dalam hidup ini. Saya bangga mempunyai teman-teman terbaik yang setia, dalam suka maupun duka . . . . .
Jakarta - Pengembangan properti mengkritik Undang-Undang Rumah Susun (Rusun) yang belum lama ini disahkan. Mereka menilai UU ini tidak mengakomodir kepentingan stakeholder dan masyarakat.
Kewajiban minimal bangunan 36 m2, maka harga jual hunian rusun non subsidi termurah bisa mencapai Rp 300 juta. Harga ini akan sulit diserap masyarakat, khususnya mereka yang berpenghasilan rendah (MBR).
“Pembahasan Undang-Undang baru, tentang Rusun tidak kondusif,” kata Ketua Real Estate Indonesia (REI) Jakarta, Rudy Margono, di Jakarta, Selasa (20/12/2011).
Ia menjelaskan, tidak seluruh masyarakat Indonesia berpenghasilan tinggi atau mempunyai tingkat ekonomi layak. Maka sungguh kontradiktif saat pemerintah mendorong masyarakat memiliki rumah, tapi regulasi membatasi luas hunian dengan harga tinggi.
“Tidak semua mempunyai daya beli Rp 300 juta. Di Australia saja ada tipe 18 m2. Bagaimana yang tidak punya rumah?,”tambahnya.
Rudy melanjutkan, agar seluruh masyarakat mampu memiliki rumah, pengembang swasta harus terlibat. Namun dengan regulasi tersebut, tidak mungkin dapat terwujud.
“Pasar properti masih cukup bagus tahun depan. Growth terus mengikuti pertumbuhan ekonomi. Tapi peraturan merusak iklim ekonomi, dengan UU baru,” tegasnya.
Untuk itu, REI Jakarta mendorong pemerintah menerbitkan pentunjuk pelaksana UU Rusun tersebut, yang lebih mengakomodir fakta di lapangan.
“Kalau suplai nggak ada, gimana? Apalagi dengan kemacetan yang selama ini belum teratasi. Maka kita coba Jutlak-nya (petunjuk pelaksanaanya),” imbuhnya.
Rencananya ketentuan wajib hunian tipe 36 akan berlaku Januari 2012. Berdasarkan UU No 1 Tahun 2011 soal perumahan pasal 22 ayat 3 berbunyi Luas lantai rumah tunggal dan rumah deret memiliki ukuran paling sedikit 36 (tiga puluh enam) meter persegi.
Sementara RUU Rusun resmi disahkan DPR (18/10/2011) menjadi undang-undang (UU). Dalam UU ini memang ada insentif pembangunan rusun.
10 Nopember benar-benar hari bersejarah. 10 Nopember 1945 merupakan puncak pertempuran arek-arek Surobyo melawan penjajah Belanda untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Karenanya 10 Nopember ini dikenal sebagai Hari Pahlawan.
Satu lagi tonggak sejarah terjadi pada tanggal 10 Nopember, tepatnya tahun 1957. Pada tanggal tersebut berdirilah salah satu lembaga pendidikan tinggi terbesar di Indonesia wilayah timur, Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya. Pendidikanlah yang benar-benar merubah kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia.
Pada tahun-tahun awal kemerdekaan Indonesia, bangsa Indonesia merasa membutuhkan banyak tenaga insinyur teknik. Untuk itu beberapa anggota PII (Persatuan Insinyur Indonesia) bersama Dr. Angka Nitisastro, seorang dokter, mulai merintis berdirinya perguruan teknik di Surabaya. Dan akhirnya pada tanggal 10 Nopember 1957 resmi berdiri Perguruan Teknik 10 Nopember Surabaya yang diresmikan oleh Presiden Soekarno.
Nama 10 Nopember dipilih dengan maksud agar jiwa, semangat, dan cita-cita 10 Nopember 1945 dipakai sebagai keteladanan dan semangat oleh mahasiswa dan segenap civitas akedeminya. Pada jiwa 10 Nopember 1945 terkandung tekad keikhlasan berkorban demi negara, rasa persatuan serta semangat bergotong royong. Jiwa dan semangat 10 Nopember diyakini dapat memacu para mahasiswa untuk dapat menyelesaikan studinya dengan baik dan mereka kelak menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa.
Saat berdiri pertama kali ITS Surabaya hanya memiliki dua jurusan, Teknik Sipil dan Teknik Mesin. Kemudian diikuti dengan jurusan Teknik Elektro, Teknik Perkapalan dan Teknik Kimia. Semua departemen tersebut digabung dalam satu fakultas.
Atas bantuan dana dari ADB, pada tahun 1977 ITS mulai membangun kampus di Sukolilo, wilayah timur Surabaya.
1980 terjadi reorganisasi dalam tubuh ITS, dimana fakultas yang sudah ada dipecah lagi menjadi jurusan-jurusan dan dibentuk fakultas-fakultas baru. Reorganisasi ini menghasilkan 4 fakultas yaitu: Fakultas MIPA (Matematika dan Pengetahuan Alam), FTI (Fakultas Teknik Industri), FTSP (Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan), dan FTK (Fakultas Teknologi Kelautan)
Pada tahun 1988, ITS membuka jurusan politeknik, Politeknik Perkapalan dan Politeknik Elektronika.
Tahun 2001, atas saran Presiden Abdurrahman Wahid, dibukalah Fakultas Teknologi Informasi terdiri dari dua jurusan, Teknik Komputer dan Sistem Informasi.
Saat ini Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya (ITS) telah memiliki 5 fakultas terdiri dari 22 (dua puluh dua) jurusan dan 2 (dua) politeknik, yaitu;
1. Fakultaf Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), terdiri dari:
Jurusan Fisika
Jurusan Matematika
Jurusan Statistik
Jurusan Kimia
Jurusan Biologi
2. Fakultas Teknologi Industri (FTI)
Jurusan Teknik Mesin
Jurusan Teknik Elektro
Jurusan Teknik Kimia
Jurusan Teknik Fisika
Jurusan Teknik Industri
Jurusan Teknik Bahan
3. Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP)
Jurusan Teknik Sipil
Program D3 Teknik Sipil
Jurusan Arsitektur
Jurusan Teknik Lingkungan
Jurusan Desain Produk
Jurusan Teknik Geomatika
Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota
4. Fakultas Teknologi Kelautan (FTK)
Jurusan Teknik Perkapalan
Jurusan Teknik Kelautan
Jurusan Teknik Sistem Perkapalan
5. Fakultas Teknologi Informasi
Jurusan Teknik Informatika
Jurusan Sistem Informasi
Trivia
ITS bukan singkatan dari Institut Teknologi Surabaya namun Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Presiden RI sekarang, Susilo Bambang Yudhoyono, tercatat pernah kuliah di ITS pada jurusan Teknik Mesin sebelum memutuskan keluar untuk bergabung dengan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI)
Hermawan Kertajaya, Ketua Asosiasi Marketing Dunia, juga tercatat pernah menjadi mahasiswa ITS.
Alumni ITS ternama:
Prof. Moh. Nuh mantan rektor ITS yang sekarang menjabat Menteri Pendidikan Nasional, sebelumnya menteri Infokom, Kabinet Indonesia Bersatu pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Prof. Widi A. Pratikto, Sekjen, Departemen Perhubungan RI.
Kristiono, Presiden Direktur PT. TELKOM, lulusan Teknik Elektro ITS
Widya Utama, Presiden Direktur PT. PERTAMINA, alumni Teknik Elektro ITS
Dwi Sutjipto, Presiden Direktur PT. SEMEN GRESIK, alumni Teknik Kimia ITS
Hermin Sarengat, Presiden Direktur GENERAL ELECTRIC INDONESIA Ltd, lulusan Teknik Mesin ITS
Budi Waluyo, ST, pemilik dan pengelola website property dan real estate terbesar di Surabaya dan Jawa Timur, www.bestsurabayaproperty.com, lulusan Teknik Arsitektur ITS.
Blog ini mulai dibuat pada bulan Oktober 2008, bertujuan untuk mengikat tali persahabatan antara alumni Kelas IPA2 SMA Negeri 5 Surabaya Lulusan tahun 1985 (SMALA P2-85) dengan cara saling tukar informasi, pemikiran, curhat, tombo kangen, sekedar memberi kabar atau salam. Mau towo dagangan atau makelaran juga boleh. Mereka adalah: ADI HENDRARTO SAMBODO ALIFIANTO SEKARNO ANDRE STEPHANUS TUTUARIMA ANIS NOER AIDAH ARIANTO ARIF SUKMANTO ARIYANTI DWI WIDIASTUTI AWANU ALFAN BAGUS KRISNAMURTI BENNY JOVIE BUDI ARIEF WASKITO BUDI WALUYO DAMIANUS BAMBANG SETIAWAN DIDIEK HERRY PRASETYO DIVA DILAVARA DWI PRIJA TJAHJONUGROHO DWIANA YULIASTUTI DWIASTO PRISTIONO ENDANG MOEDJIASTUTI ENDANG PUSPITARINI ENDY JOESIANTO ERMIN SULISTYOWATI FILIPUS TEDJO BASKORO FITRI ARIJANTIE ROCHANA HARIJANDRIO HENDY SUTANTO HERMANTO IDA SRI MUNARTI INDRA ARJAWARDHANA SIREGAR ITA INTAN NOERTJAHYA JOJON ARIFIN JOSEPH PUDJO KRISTANTO JOWI MANCE TAKARINO DINAAR FOEH JUDI JULIANTO JUMILAH LUSITA MARIA SRI PANGESTUTI MARTINUS WARDOYO OCTORINA RESPATININGDIJAH PANDU SETIAWAN RATNA WULAN PURNAMA SARI RETNO WIDOWATI RITA YUNIATI RIDWAN Rr. EKA WIDJAJANTI SETIJADININGRAT RUDY HARJOGO RUSDI ARI SAMIR KHALID MARTAK SIGIT HARIWAHJUDI SIVERA DIAN GETRIDA STEFANUS MANUKILEY SUYUDOKO PUTRO DHEWO TEKO PRANTOKO TJATUR PRIJO WIRATSONGKO WINDIJA KENTJANA YUNIAR SUSI UTARI